Monday, May 14, 2018

Cerita Dewasa Obat Perangsang Untuk Gadis SMA

Cerita Dewasa Obat Perangsang Untuk Gadis SMA

Cerita-Dewasa-Obat-Perangsang-Untuk-Gadis-SMA
Cerita Dewasa – Selesai mandi aku ke ruang tamu nonton bola, beberapa orang tetanggaku datang ke rumahku seperti biasanya kalau ada pertandingan bola live rumahku rame layaknya bioskop.
Di sela-sela nonton kami sering mengobrol mulai update politik, kabar tetangga sampai urusan wanita. Pak Sudi adalah seorang tetanggaku yang tekenal suka bercanda tapi yang berbau pornografi, dia tiba-tiba nyeletuk katanya dia membeli sebuah obat perangsang wanita Cair yang harganya mahal, diapun mulai cerita panjang lebar tentang khasiat obat Perangsang Cair itu katanya bisa meningkatkan libido wanita dengan cepat.
Akupun iseng-iseng minta ke dia obat perangsang wanita itu pengin buktikan, karena kami memang sudah cukup akrab diapun tanpa pikir panjang memberikan sebotol kecil obat perangsang wanita itu, tapi pesannya jangan dipakai semua, Sisanya dia minta dikembalikan, percaya ga percaya akupun mengambilnya, meski dalam hati bertanya juga mau dicobain ke siapa ya, wanita di rumahku Cuma ada pembantuku sementara istriku sedang pulang ke rumah orang tuanya…. ah sudahlah sementara disimpan dulu…
Pertandingan bola sudah berlangsung 45 menit, televisi sudah menghadirkan komentator dan diselingi iklan, di waktu jeda seperti itu bapak-bapak biasanya juga ikut komentar sambil ngobrol satu sama lain. Akupun ke luar sebentar untuk menjernihkan mataku yang sedikit pedes, aku keluar di halaman rumah untuk beberapa saat.
Kemudian muncullah dua anak SMA masih dengan seragamnya menyapaku karena lewat depan rumahku, aku mengenali mereka berdua anak tetangga RT sebelah, namanya Vika dan Rani. Cerita Sex
Setelah berjalan beberapa langkah melewati rumahku tiba-tiba mereka berhenti dan sepertinya saling berbisik kemudian kembali lagi mendekatiku, mereka menyodorkan sebuah Proposal untuk kegiatan Karangtaruna, aku terima proposalnya dan aku suruh mereka kembali lagi nanti sore untuk ambil uangnya.
Akupun masuk ke rumah melanjutkan nonton TV pertandingan sepakbola, semakin seru dan sesekali bapak-bapak bersorak ketika tim kesayangannya berhasil menjebol gawang lawan. Beberapa menit kemudian pertandinganpun selesai dengan hasil imbang 2-2.
Satu persatu mulai pamit pulang dan rumahkupun kembali sepi. Pembantuku mulai membersihkan ruangan dan mencuci gelas-gelas kotor karena memang tadi tetanggaku banyak sekali yang datang. Perutku mulai terasa lapar dari tadi belum makan, akupun menuju ruang makan.
Pembantuku membuatkan teh panas dan menaruhnya di dekatku, ide jahil muncul dalam pikiranku, aku ingin menguji keampuhan obat perangsang cair yang diberi Pak Sudi tadi, kuteteskan obat Perangsang cair ke dalam teh panas dan aku memanggil pembantuku,
“Ria, ini tehnya buat kamu aja, aku dari tadi sudah terlalu banyak minum manis, aku air putih saja”. Ria pun memberikan air putih kepadaku dan membawa teh panas itu ke dapur. “Jangan dibuang lo Ria, sayang, kamu minum aja gapapa”, kataku.
Dan jebakanku pun berhasil, kuperhatikan dari ruang makan, Ria meminum teh panas yang sudah kucampur dengan obat perangsang wanita tadi. Hampir setengah gelas ia teguk, dan ia melanjutkan mencuci gelas dan piring, beberapa saat kemudian ia meminum lagi teh itu dan menghabiskannya, mungkin karena gelasnya mau sekalian dicuci.
Wah, jebakanku berhasil, Ria sudah meminum semua, aku tinggal menunggu reaksi obat perangsang wanita itu. Beberapa menit kemudian Ria mengambil sapu untuk membersihkan ruang tamu, aku pura-pura cuek masuk ke kamar dan membaca koran, tapi pintu kamar kubiarkan terbuka untuk memperhatikan gerak-gerik Ria dari kejauhan,
Ternyata benar gelagat Ria mulai tampak aneh, dia menyapu tak selincah biasanya, tatapannya seperti melamun mirip orang yang sedang memikirkan sesuatu. Ria meletakkan sapunya dan masuk ke dalam kamarnya.
Aku keluar kamar pura-pura ke kamar mandi, sesampai di depan kamar Ria kuintip dia dari lubang yang di pintu.
Wah….dugaanku benar, Ria masturbasi untuk memuaskan nafsunya, ternyata khasiat obat perangsang wanita itu sudah terbukti, kulanjutkan mengintip Ria mencoba tak mengeluarkan suara, takut mengganggu konsentrasi Ria, lagipula aku menikmati pemandangan itu,
Ternyata tubuh Ria indah juga, wajahnya nampak cantik sewaktu melakukan masturbasi, dia membuka lebar-lebar pahanya, selangkangannya diraba-raba dengan tangannya sendiri dan satu lagi tangannya meremas-remas payudaranya.
Matanya terpejam bibirnya sedikit tergigit seperti menahan nikmat yang begitu hebat. Kemudian jarinya ia masukkan ke dalam Vaginanya yang lebat dengan rambut hitam di sekelilingnya. Dikocok-kocoknya memek Ria jarinya keluar masuk semakin cepat kemudian melambat dan kemudian dipercepat lagi, dimainkannya itil yang sedikit nampak berwarna merah, diputar-putar kemudian digesek-gesek.
Wajahnya mendongak ke atas dengan mata tetap terpejam Ria mempercepat jarinya keluar masuk ke dalam vaginanya. Terus terang akupun mulai terangsang, aku membuka perlahan retsletingku dan kukeluarkan kontolku, dengan tangan kananku kuurut-urut penisku maju mundur, aku onani di depan pintu kamar Ria.
Sambil terus mengintip dari lubang pintu itu kubayangkan aku sedang meniduri Ria, aku berada di atas tubuh Ria dan memasukkan penisku ke dalam memeknya, bayangan itu semakin jelas dalam pikiranku yang semakin kotor, aku mengocok penisku terus menerus tapi berusaha tak mengeluarkan suara, takut Ria mengetahuinya,
Beberapa saat kemudian Ria sedikit mengerang tapi mencoba menahan suaranya, pinggulnya naik sedikit ke atas kepalanya merebah ke samping tangannya keluar masuk memeknya semakin cepat dan kemudian terhenti,
Ria terkulai lemas sepertinya dia sudah mencapai puncaknya, Ria orgasme, sementara aku masih onani karena nanggung penisku sedang nikmat-nikmatnya dikocok, kuintip Ria masih terkulai lemas dengan pahanya masih terbuka lebar, kukocok-kocok kembali semakin cepat sambil kuperhatikan gundukan memeknya yang basah, oh menggairahkan sekali,
Tak lama kemudian aku pun mengeluarkan sperma di depan pintu Ria, cepat-cepat kubersihkan dengan keset di dekat pintu kamarnya dan kumasukkan kembali kontolku, aku pun kembali ke kamarku berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Dari kamar kulihat Ria melanjutkan menyapu lantai ruang tamu, kuperhatikan Ria dan kuingat pemandangan tadi ternyata Ria cantik juga sewaktu telanjang.
Jam menunjukkan pukul 5 sore, aku keluar dari kamar untuk memberi makan ikan-ikanku di akuarium, Ria mendekatiku membawa sebuah tas kecil, dia tampak cantik sepertinya segar habis mandi dan berdandan dengan sedikit make up di wajahnya, dia pamit mau pulang karena di rumahnya ada hajatan mungkin besok sore baru bisa kembali lagi.
aku memberi uang Rp.50.000 untuk naik angkot dan ojek. Ria pun berlalu dari pandanganku dan kuperhatikan dari belakang bokongnya yang tampak sintal dan seksi, kubayangkan dia telanjang seperti tadi sore waktu dia aku intip sedang masturbasi. Ria memang cantik untuk ukuran seorang pembantu, sayang mungkin karena faktor ekonomi jadi orangtuanya tidak mampu membiayainya sekolah.
Beberapa saat kemudian pintu rumahku diketuk, sepertinya ada tamu.
Ternyata Rani, anak SMA yang tadi memberiku proposal dan aku janji mau memberikan sumbangan sore ini, aku menyuruhnya masuk. “Mana Vika?”,tanyaku. “Vika ke rumah Pak RW ngambil sumbangan juga, kami bagi tugas”,jawab Rani.
Aku pun masuk ke dapur dan membuat Rani minuman, saat memasukkan gula ke dalam gelas, muncul niat jahilku, aku teringat dengan obat tetes yang tadi sukses mengerjai Ria pembantuku.
Akupun mencoba untuk ngerjain Rani, kuteteskan beberapa tetes ke dalam teh yang aku buat untuk Rani dan kubawa ke ruang tamu.
Aku mempersilakannya minum dan kukatakan padanya bahwa pembantuku sedang ada perlu dan pulang ke rumahnya, jadi aku yang membuatkan minuman.
“Ah jadi ngrepotin om, makasih ya”, Rani meminum seteguk dan kami pun ngobrol, kuperhatikan Rani menjelaskan panjang lebar tentang kegiatan yang akan dilaksanakan sambil kuperhatikan sesekali dia meneguk minuman yang kucampur obat tetes itu.
Aku menunggu reaksinya tapi berpura-pura memperhatikan apa yang dia omongkan. Beberapa menit kemudian Rani mulai tersedak, omongannya mulai sedikit gagap dan sebentar-bentar terhenti, aku tersenyum kecil dan dalam hati bersorak karena obat perangsang wanita itu mulai menunjukkan reaksinya,
Kaki Rani bergerak-gerak kecil seperti menggesekkan pahanya ke memeknya, tapi dia berusaha menyembunyikannya dariku, padahal aku tahu itu karena libidonya mulai naik. “Minumnya dihabiskan mumpung masih anget, apa aku tambah lagi?” kataku.
“ah u…udah ga usah ma…makasih”, jawabnya sambil sedikit terbata dan menghabiskan minumnya, Rani berdiri dan mau pamit. Dia mengulurkan tangannya untuk bersalaman, kupegang tangannya dan kurasakan sedikit bergetar.
“Nanti aja pulangnya, kita ngobrol dulu”, kudekati tubuhnya dan kupegang tangannya yang satu lagi. kami pun berpegangan tangan dan berdiri berhadapan, Rani mulai salah tingkah, kutarik tubuh pelan-pelan dan sedikit menyentuh tubuhku, kurasakan dadanya berdegup kencang dia menundukkan pandangannya.
Kuangkat dagunya dan dia menatapku, kami bertatapan dengan mesra kusentuh bibirnya yang mungil, Rani diam saja dan kurasakan dadanya semakin berdegup kencang.
Kudekatkan tubuhku hingga tubuh kami bersentuhan kupegang pinggulnya, dan menariknya ke tubuhku pelan-pelan. Kudekatkan bibirku ke wajahnya, kusentuh bibirnya dengan bibirku, Rani diam saja malah memejamkan matanya seolah mengijinkan aku menciumnya, selanjutnya bibir kami pun berpagutan, kami berciuman cukup mesra layaknya dua orang yang saling mencintai.
Tanganku mulai bergerilya, kuremas-remas bokongnya dengan tanganku, kontolku mulai ereksi karena bersentuhan dengan memeknya yang kenyal. Tubuh kami bergerak-gerak seperti sedang mencari kenikmatan yang mulai terasa mengalir ke darah kami masing-masing..
Kudorong tubuhnya ke pintu kupeluk dia dan ciuman ku turunkan ke lehernya, kuciumi lehernya yang putih dan itu membuat Rani semakin pasrah dalam kenikmatan, kuturunkan lagi wajahku menciumi dadanya, sambil perlahan tanganku mengangkat kaosnya ke atas, kuremas dadanya dengan tanganku, Dia menggelinjang kuciumi kembali lehernya dan kubuka pengait BHnya dari belakang.
Kini puting susunya nampak jelas di depanku, kumainkan dengan jariku dan kuremas-remas kemudian kuhisap-hisap, Rani menggelinjang dan menggoyang-goyangkan tubuhnya. Rani mulai kesetanan, aku semakin bernafsu saja melihat Rani yang pasrah menyerahkan tubuhnya untuk kunikmati.
Tanganku turun ke bawah menyelinap ke dalam celana Rani, kurasakan kehangatan memek Rani yang masih mungil, kugesek-gesek dengan jariku dan kucoba memasukkan dengan lembut jariku ke dalam memeknya.
Rani memegang tanganku seperti menahan dan menyuruhku memasukkan jariku dengan perlahan. Akupun memasukkan jariku jauh lebih ke dalam, Rani mendesah semakin nikmat. Aku juga semakin bersemangat mengocok-ngocok jariku ke dalam vaginanya.
Tanganku ingin semakin bebas meraba-raba memeknya sehingga aku turunkan saja celana Rani sekaligus celana dalamnya, Rani memelukku erat seperti tidak ingin kehilangan kenikmatan itu. Kubalas pelukannya dengan memeluknya juga semakin erat, kuraba-raba memeknya dan kujilati puting susunya. Aku sangat menikmati permainan itu.
Kugendong tubuh Rani masuk ke dalam kamarku, kurebahkan dia di atas kasur, kutelanjangi dia dan dia diam saja hanya sedikit menutup vaginanya dengan tangannya mungkin malu. Akupun melepaskan baju dan celanaku, sehingga kami berdua sama-sama telanjang bulat. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan rejeki nomplok sehebat ini.
Seorang cewek cantik SMA yang tentunya sedang nikmat-nikmatnya kini bertelanjang bulat di depanku dan pasrah aku entot. Oh ini berkat obat perangsang wanita Potenzol dari Pak Sudi.
Aku membuka pahanya lebar-lebar dan menidurinya, kuciumi bibirnya sambil tanganku meremas-remas kedua belah dadanya, penisku seperti menemukan sarangnya, tangan Rani memegang penisku dan mengarahkan ke dalam lubang senggamanya,
Beberapa saat kemudian sleeppppp penisku masuk ke dalam vagina Rani, dinding vagina yang masih sempit memberikan sensasi kenikmatan yang luar biasa bagiku. penisku seperti disedot-sedot oleh memeknya, sempit kenyal dan hangat,oh nikmat sekali.
Kukeluar masukkan Penisku dengan lembut karena takut menyakiti Rani, kukocok-kocok dengan perlahan kukeluarkan dan kumasukkan lebih ke dalam. Rani mengerang kenikmatan, bibirnya digigit dengan giginya, aku juga semakin nikmat saja.
Kuangkat pahanya ke atas, kutarik penisku dan kumasukkan dari arah atas memeknya, kumasukkan lagi perlahan dan sleepp… kontolku masuk lagi ke lubang memeknya yang semakin hangat, kini penisku menancap semakin dalam di lubang vagina Rani.
Rani memelukku semakin erat, terus saja kukocok-kocok kontolku keluar masuk dan semakin cepat kemudian semakin cepat dan penisku terasa panas spermaku seperti mau keluar, cepat-cepat kucabut penisku takut spermaku masuk di dalam, nanti Rani hamil. Kugesek-gesekkan kontolku di belahan dada Rani, tangan Rani membantu mengurut-urut penisku, dan cuuurrrr spermaku pun keluar membasahi dada Rani.
Kukocok-kocok terus untuk membersihkan sisa-sisa sperma di dalam penisku.
Oh nikmat sekali ngentot memek anak SMA, kapan-kapan akan kuulangi lagi, Rani sudah bersedia menyerahkan tubuhnya ke aku, ah siapa tahu besok Vika atau temannya kesini akan kuberi obat perangsang Ampuh juga dan akhirnya … kuentot juga… ahhh ahhh aaaahhh nikmatnya….

Cerita Dewasa Kemolekan Tubuh Desi Membuatku Bergairah

Cerita Dewasa Kemolekan Tubuh Desi Membuatku Bergairah


Cerita-Dewasa-Kemolekan-Tubuh-Desi-Membuatku-Bergairah
Cerita Dewasa – Itu adalah bantuan saya melihat pagar Kosku setelah terjebak dalam kemacetan lalu lintas di kampus. Aku melirik jam tanganku yang menunjukkan di 21:05 yang berarti saya telah menghabiskan waktu satu jam terjebak dalam lalu lintas Jakarta mengalir yang begitu mengerikan.
Setelah parkir mobil saya, saya bergegas ke kamarku dan kemudian segera melemparkan penatku tubuh ke tempat tidur tanpa kesempatan lagi untuk menutup pintu kamar tidur.
Baru saja mata tertutup, tiba-tiba aku dikejutkan oleh ketukan di pintu kamarku yang disertai dengan teriakan keras dari suara yang sudah sangat akrab.
“Ko, Anda baru saja pulang juga?” Guntur suara Devi memaksa mata saya untuk melihat asal suara itu.
“Ya, apa yang Memangnya salah berteriak?” Aku menjawab marah sambil mengusap mata saya.
“Saya ingin memberitahu kenalin sepupu saya yang baru tiba dari Bandung” katanya, tangan kirinya menarik tangan seorang gadis ke kamarku.
Aku melihat gadis yang disebut sepupunya Devi, tersenyum Aku mengulurkan tangan kanan saya di “Hai, nama saya Rio” nya
“Desi” katanya sederhana, tersenyum padaku.
Sementara mereka senyum manis saat itu, mataku menemukan sosok setinggi sekitar 167 cm, walaupun dengan perawakan agak gemuk tapi kulit putih bersih yang tampaknya untuk menutupi bagian tersebut.
“Rio adalah teman baik saya sering saya ceritain ke kamu” disalurkan Devi ke Desi. Cerita Sex
“Oh ..”
“Nah, sekarang kalian berdua sudah tahu nama masing-masing, jika Anda akan menemukan waktu untuk memanggil satu sama lain, saya ingin mandi dulu dengan baik, Daag ..” Devi berkata sambil berjalan keluar dari ruangan.
Aku merespon dengan kata-kata Devi baru saja kembali tersenyum ke Desi.
“Indah juga merupakan sepupu dari Devi ini” pikirku.
“Desi ke Jakarta untuk liburan yah?” Saya bertanya kepadanya.
“Ya, karena aku bosan di Bandung hanya” katanya.
“Loh, apa yang Anda tidak belajar?”
“Tidak, setelah sekolah tinggi saya hanya membantu-bantu Papa menulis, kuliah malas pula.”
“Rencananya berapa lama di Jakarta?”
“Yah .. sekitar 2 minggu deh”
“Rio ke kamarku Devi pertama dengan baik, mandi terlalu”
“Baik”
Tersenyum lagi dia berjalan keluar dari ruangan. Aku melihat kembali Desi yang berjalan perlahan menuju ruang Devi. Aku menatap bra hitamnya yang terlihat jelas dari balik kemeja putih ketat yang membaluti tempat bertenggernya bongsor bahwa sementara membayangkan yang juga payudara montok.
Setelah menutup pintu kamarku, aku merebahkan tubuhku kembali ke tempat tidur dan hanya langsung aku tertidur.
“Ko, bangun dong”
Saya membuka mata saya dan mendapatkan Devi yang sedang duduk di tepi tempat tidur sambil menggoyangkan lutut saya.
“Ada apa?” Aku bertanya dengan nada marah setelah kedua kalinya dibangunkan.
“Bagaimana marah pula, karena aku baik aku bangunin. Liat sudah pada apa yang mereka belom mandi!”
Aku melirik jam dinding saya sejenak.
“Pada 11, weve mengapa jika saya memiliki mandi?”
“Kan Anda ingin ngetikin tugas janji saya kemarin”
“Oh Devi.. bisa besok ..”
“Aku tidak bisa, kumpulnya tepat besok pagi”
Aku melompat dan mengambil peralatan mandi saya terlepas dari ocehan yang terus keluar dari mulut Devi.
“Baik, aku mandi dulu, Anda mengaktifkan tuh komputer!”
Tulisan di layar komputer tampak kabur di mataku.
“Gila, sudah pada 1, tugas belum selesai betul” gumamku dalam hati.
“.. Tok Tok Tok .. ..” terdengar diketok pintu dari luar.
“Silahkan masuk!” Aku berteriak tanpa menoleh ke arah sumber suara.
Suara pintu yang dibuka dan kemudian ditutup lagi dengan keras bahwa itu membuat saya akhirnya berbalik juga. Saya menemukan terkejut ketika ternyata bahwa entri Desi.
“Eh maaf, tutupnya terlalu keras” dengan senyum malu-malu dia membuka percakapan.
“Loh, kenapa tidak tidur?” Aku menatapnya lagi dengan heran.
“Ya ya, tidak tahu mengapa tidak bisa tidur”
“Devi mana?” Aku bertanya lagi.
“Dari awal sudah tidur tetap”
“Saya mendengar dari dia Elo lagi buatin tugasnya dengan baik?”
“Ya ya, tapi tidak selesai, lebih neraka kecil”
“Benar-benar ngetikin neraka?” Dia meminta dia untuk saya dan berdiri tepat di samping kursi saya.
Aku tidak menjawab karena saya menyadari mulutnya dekat dengan wajahku dan posisi saya yang membuat kepala saya duduk di kursi tepat di sebelah dadanya.
dengan menoleh sedikit ke kiri, aku bisa melihat bahwa lengannya lancar karena ia hanya mengenakan model baju tidur tanpa lengan. Saat ia mengangkat tangannya untuk merapikan rambutnya, aku bisa melihat terlalu sedikit dari BHnya berwarna krem ​​yang sekarang muda.
“Sialan .. Anda sangat harum, memakai parfum Apa ini?”
“Tidak ada parfum, lotion saya waktu”
“Lotion bercinta, membuat ya terangsang” candaku.
“Body Shop White Musk, benar-benar membuat terangsang sih?” Dia bertanya dengan senyum kecil.
“Ya ya nyata, terangsang saya ya sudah”
“Benar-benar? Berarti sekarang sudah terangsang dong”
Saya juga agak terkejut dengan pertanyaan itu.
“Jangan bilang dia lagi memikat saya ya ..” Saya berpikir sendiri.
“Hanya apa yang Anda tidak takut jika aku berpaling yang sama kepada Anda?” Aku bertanya iseng.
“Tidak, apa yang Anda harapkan jika terangsang sama saya juga berani melakukan?”
“Aku menciummu ntar” aku memberanikan diri.
Tanpa pikir dia melangkah dari kiri ke arah depan saya jadi itu di tengah-tengah kursi tempat aku duduk dengan meja komputer saya.
“Benar-benar berani menciumku?” Tanyanya dengan senyum nakal di bibirnya yang mungil.
“Wah kesempatan nih” pikirku lagi.
Aku bangkit dari dudukku, mendorong kursi saya kembali sedikit jadi sekarang aku berdiri tepat di depannya.
Sementara wajah saya lebih dekat ke wajahnya aku bertanya “Bener ya jangan marah jika saya mencium bau?”
Dia hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan saya.
Tanpa pikiran lain saya langsung mencium lembut bibir. Desi menutup matanya ketika dia menerima ciuman. Aku memainkan ujung lidah saya ke mulutnya perlahan untuk menemukan lidahnya yang segera menarik bersama-sama dan bermain dengan satu sama lain ketika mereka bertemu. Eureka sentuhan erotis yang membuat saya bahkan lebih bersemangat dan segera mandi bibir lembut dengan lidah saya. cerita seks ABG BANDUNG
Sambil terus menjajah bibir perlahan membimbing saya Desi tidur. dengan mata masih tertutup dia pikir ketika saya berbaring di tempat tidur. erangan halus Didesahkan yang membuatnya lebih bersemangat dan segera pindah lidahku ke leher dan turun ke daerah dada.
Setelah menanggalkan pakaian, tangan yang kususupkan sibuk melihat ke belakang untuk menghubungkan bra dan segera aku melepas segera setelah saya menemukan.
hanya dengan satu tarikan terlepaslah menutupi dadanya dan dua bukit putih mulus dengan puting merah muda yang segera diposting kecil yang indah di depan saya. Aku meremas susu perlahan dua mulut besar tapi sayg tidak begitu kenyal yang tampak sedikit lembek.
puting kecil yang tak luput serangan lidahku. Setiap saya menjilat puting kecil, Desi mendesah pelan dan itu membuat saya lebih terangsang saja.
Entah bagaimana kata ayam yang sudah dibentuk tapi terjepit antara celana dan selangkangan.
Putingnya kecil yang agak merepotkan bagi saya sebagai payudara mengisap secara bergantian dari kiri ke dada kanan, tidak mendesah dan gerakan tubuhnya yang menyarankan ia juga terangsang saya tidak bisa menahan segera pergi ke lemak perut sedikit.
Tapi ketika aku hendak melepas celananya, tiba-tiba ia memegang tangan saya.
“Apakah Doni!”
“Mengapa?”
“Jangan terlalu jauh ..”
“Nah, waktu untuk berhenti setengah jalan, menanggung ya ..”
“Intinya mungkin ada” setengah berteriak Desi bangkit dan duduk di tempat tidur.
Saya melihat dua susu tergantung dengan anggun di depan saya.
“Miskin ama ya, sudah berdiri dari tadi, mengatakan periode bobo lagi?” Aku bertanya, menunjuk ke arah mulut ayam bengkak menonjol dari balik celana pendek.
Tanpa saya pikir lagi, tiba-tiba celana Desi meloroti ditambah semua pakaian saya.
Aku terdiam ketika dia melakukannya, saya pikir mungkin dia berubah pikiran.
Tapi ternyata ia kemudian menggenggam penisku dan perlahan mengocok dengan penisku naik dan turun dengan irama yang teratur.
Aku menyandarkan diri terhadap dinding ruangan dan masih dengan posisi jongkok di depanku Desi tersenyum sambil terus menggoyang penisku tapi lebih cepat dan lebih cepat.
Nafasku memburu kencang dan saya berdegub jantung semakin tidak menentu membuat, meskipun saya sangat sering masturbasi, tapi pengalaman terguncang oleh seorang gadis adalah yg pertama bagi saya, belum lagi pandangan dari dua susu gemuk yang ikut bergoyg bagi pemilik gerakan yang menocok ayam bergantian dengan tangan kiri dan kanan,
“DESS.. keluar ya ..” kataku pelan, menutup matanya meresapi kesenangan ini.
“Tunggu sebentar, tunggu Ko ..” katanya, melepaskan kocokannya.
“Loh kok dirilis?” Aku bertanya heran.
Tanpa menjawab pertanyaan, Desi dada lebih dekat ke arah penisku dan tanpa kesempatan aku menebak maksudnya, dia menjepit penisku dengan susu dua besar itu. sensasi luar biasa saya dapatkan dari mulut penisku dijepit oleh dua gunung kembar yang membuat saya terkesiap terengah-engah. Sebelum aku bisa bertindak apa-apa, yang ia kembali mengocok-penisku terjepit di antara dua susu yang sekarang ditahan dengan menggunakan kedua tangan.
Kali ini seluruh tendon dan sendi seluruh saya juga merasa bahwa kesenangan yang lebih besar daripada kocokan dengan tangan sebelumnya.
“Ini baik bukan Ko?” Dia bertanya lembut padaku dan menatap mataku.
“Gila .. mengerikan Sayg terus mengguncang bahwa ketat .. ..”
Aku pindah tanganku yang masih merokok pahanya menuju balasan halus. Setiap sekarang dan kemudian berbalik ke belakang untuk merasa bahwa keledai lembut.
“Ahh .. ohh ..” desahnya pelan, kembali menutup matanya.
Kocok dan susu penjepit bahwa sulit mendapatkan saya mengigau.
“DESS.. aku keluar ..”
Aku bisa berdiri lagi semprot lahar panas saya yang kental segera menyembur keluar dan membasahi leher dan bagian dari wilayah dadanya. Seluruh tubuhku lemas segera dan hanya bisa bersandar di dinding ruangan.
Aku melihat nanar ke mulut Desi saat itu bangkit dan mencari tisu untuk membersihkan sperma saya. Ketika menemukan apa yang dicari, sambil tersenyum lagi dia bertanya
“Kau tidak senang”
Aku mengangguk, tersenyum kembali.
“Jangan bilang siapa-siapa, baik, apalagi sama Devi ” ia memperingatkan sambil meletakkan bajunya kembali bra lampau dan melemparkannya di suatu tempat.
“Kedengarannya .. kali saya mengatakan-katakanlah, maka Anda tidak ingin lagi ngocokin me”
Desi kembali hanya tersenyum padaku dan setelah menyisir rambut panjang dia menuju pintu.
“Aku membersihkan sumur pertama, setelah itu akan bobo” ujarnya sebelum membuka pintu.
“Terima kasih DESS yah yah .. besok di sini lagi” kataku, menatap pintu yang kemudian ditutup kembali oleh Desi.
Aku memejamkan mata sejenak untuk mengingat kejadian yang baru saja berlalu, mimpi apa aku semalam bisa memiliki keberuntungan seperti ini. Aku menunggu dengan tidak sabar untuk tiba besok, siapa tahu bisa mendapatkan lebih dari ini. Mungkin suatu hari nanti aku bisa merasakan kenikmatan dari Desi surga lubang, yang pasti aku harus ingat untuk menyediakan kondom di kamarku pertama. Cerita Mesum
Cerita Dewasa – Itu adalah bantuan saya melihat pagar Kosku setelah terjebak dalam kemacetan lalu lintas di kampus. Aku melirik jam tanganku yang menunjukkan di 21:05 yang berarti saya telah menghabiskan waktu satu jam terjebak dalam lalu lintas Jakarta mengalir yang begitu mengerikan.
Setelah parkir mobil saya, saya bergegas ke kamarku dan kemudian segera melemparkan penatku tubuh ke tempat tidur tanpa kesempatan lagi untuk menutup pintu kamar tidur.
Baru saja mata tertutup, tiba-tiba aku dikejutkan oleh ketukan di pintu kamarku yang disertai dengan teriakan keras dari suara yang sudah sangat akrab.
“Ko, Anda baru saja pulang juga?” Guntur suara Devi memaksa mata saya untuk melihat asal suara itu.
“Ya, apa yang Memangnya salah berteriak?” Aku menjawab marah sambil mengusap mata saya.
“Saya ingin memberitahu kenalin sepupu saya yang baru tiba dari Bandung” katanya, tangan kirinya menarik tangan seorang gadis ke kamarku.
Aku melihat gadis yang disebut sepupunya Devi, tersenyum Aku mengulurkan tangan kanan saya di “Hai, nama saya Rio” nya
“Desi” katanya sederhana, tersenyum padaku.
Sementara mereka senyum manis saat itu, mataku menemukan sosok setinggi sekitar 167 cm, walaupun dengan perawakan agak gemuk tapi kulit putih bersih yang tampaknya untuk menutupi bagian tersebut.
“Rio adalah teman baik saya sering saya ceritain ke kamu” disalurkan Devi ke Desi. Cerita Sex
“Oh ..”
“Nah, sekarang kalian berdua sudah tahu nama masing-masing, jika Anda akan menemukan waktu untuk memanggil satu sama lain, saya ingin mandi dulu dengan baik, Daag ..” Devi berkata sambil berjalan keluar dari ruangan.
Aku merespon dengan kata-kata Devi baru saja kembali tersenyum ke Desi.
“Indah juga merupakan sepupu dari Devi ini” pikirku.
“Desi ke Jakarta untuk liburan yah?” Saya bertanya kepadanya.
“Ya, karena aku bosan di Bandung hanya” katanya.
“Loh, apa yang Anda tidak belajar?”
“Tidak, setelah sekolah tinggi saya hanya membantu-bantu Papa menulis, kuliah malas pula.”
“Rencananya berapa lama di Jakarta?”
“Yah .. sekitar 2 minggu deh”
“Rio ke kamarku Devi pertama dengan baik, mandi terlalu”
“Baik”
Tersenyum lagi dia berjalan keluar dari ruangan. Aku melihat kembali Desi yang berjalan perlahan menuju ruang Devi. Aku menatap bra hitamnya yang terlihat jelas dari balik kemeja putih ketat yang membaluti tempat bertenggernya bongsor bahwa sementara membayangkan yang juga payudara montok.
Setelah menutup pintu kamarku, aku merebahkan tubuhku kembali ke tempat tidur dan hanya langsung aku tertidur.
“Ko, bangun dong”
Saya membuka mata saya dan mendapatkan Devi yang sedang duduk di tepi tempat tidur sambil menggoyangkan lutut saya.
“Ada apa?” Aku bertanya dengan nada marah setelah kedua kalinya dibangunkan.
“Bagaimana marah pula, karena aku baik aku bangunin. Liat sudah pada apa yang mereka belom mandi!”
Aku melirik jam dinding saya sejenak.
“Pada 11, weve mengapa jika saya memiliki mandi?”
“Kan Anda ingin ngetikin tugas janji saya kemarin”
“Oh Devi.. bisa besok ..”
“Aku tidak bisa, kumpulnya tepat besok pagi”
Aku melompat dan mengambil peralatan mandi saya terlepas dari ocehan yang terus keluar dari mulut Devi.
“Baik, aku mandi dulu, Anda mengaktifkan tuh komputer!”
Tulisan di layar komputer tampak kabur di mataku.
“Gila, sudah pada 1, tugas belum selesai betul” gumamku dalam hati.
“.. Tok Tok Tok .. ..” terdengar diketok pintu dari luar.
“Silahkan masuk!” Aku berteriak tanpa menoleh ke arah sumber suara.
Suara pintu yang dibuka dan kemudian ditutup lagi dengan keras bahwa itu membuat saya akhirnya berbalik juga. Saya menemukan terkejut ketika ternyata bahwa entri Desi.
“Eh maaf, tutupnya terlalu keras” dengan senyum malu-malu dia membuka percakapan.
“Loh, kenapa tidak tidur?” Aku menatapnya lagi dengan heran.
“Ya ya, tidak tahu mengapa tidak bisa tidur”
“Devi mana?” Aku bertanya lagi.
“Dari awal sudah tidur tetap”
“Saya mendengar dari dia Elo lagi buatin tugasnya dengan baik?”
“Ya ya, tapi tidak selesai, lebih neraka kecil”
“Benar-benar ngetikin neraka?” Dia meminta dia untuk saya dan berdiri tepat di samping kursi saya.
Aku tidak menjawab karena saya menyadari mulutnya dekat dengan wajahku dan posisi saya yang membuat kepala saya duduk di kursi tepat di sebelah dadanya.
dengan menoleh sedikit ke kiri, aku bisa melihat bahwa lengannya lancar karena ia hanya mengenakan model baju tidur tanpa lengan. Saat ia mengangkat tangannya untuk merapikan rambutnya, aku bisa melihat terlalu sedikit dari BHnya berwarna krem ​​yang sekarang muda.
“Sialan .. Anda sangat harum, memakai parfum Apa ini?”
“Tidak ada parfum, lotion saya waktu”
“Lotion bercinta, membuat ya terangsang” candaku.
“Body Shop White Musk, benar-benar membuat terangsang sih?” Dia bertanya dengan senyum kecil.
“Ya ya nyata, terangsang saya ya sudah”
“Benar-benar? Berarti sekarang sudah terangsang dong”
Saya juga agak terkejut dengan pertanyaan itu.
“Jangan bilang dia lagi memikat saya ya ..” Saya berpikir sendiri.
“Hanya apa yang Anda tidak takut jika aku berpaling yang sama kepada Anda?” Aku bertanya iseng.
“Tidak, apa yang Anda harapkan jika terangsang sama saya juga berani melakukan?”
“Aku menciummu ntar” aku memberanikan diri.
Tanpa pikir dia melangkah dari kiri ke arah depan saya jadi itu di tengah-tengah kursi tempat aku duduk dengan meja komputer saya.
“Benar-benar berani menciumku?” Tanyanya dengan senyum nakal di bibirnya yang mungil.
“Wah kesempatan nih” pikirku lagi.
Aku bangkit dari dudukku, mendorong kursi saya kembali sedikit jadi sekarang aku berdiri tepat di depannya.
Sementara wajah saya lebih dekat ke wajahnya aku bertanya “Bener ya jangan marah jika saya mencium bau?”
Dia hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan saya.
Tanpa pikiran lain saya langsung mencium lembut bibir. Desi menutup matanya ketika dia menerima ciuman. Aku memainkan ujung lidah saya ke mulutnya perlahan untuk menemukan lidahnya yang segera menarik bersama-sama dan bermain dengan satu sama lain ketika mereka bertemu. Eureka sentuhan erotis yang membuat saya bahkan lebih bersemangat dan segera mandi bibir lembut dengan lidah saya. cerita seks ABG BANDUNG
Sambil terus menjajah bibir perlahan membimbing saya Desi tidur. dengan mata masih tertutup dia pikir ketika saya berbaring di tempat tidur. erangan halus Didesahkan yang membuatnya lebih bersemangat dan segera pindah lidahku ke leher dan turun ke daerah dada.
Setelah menanggalkan pakaian, tangan yang kususupkan sibuk melihat ke belakang untuk menghubungkan bra dan segera aku melepas segera setelah saya menemukan.
hanya dengan satu tarikan terlepaslah menutupi dadanya dan dua bukit putih mulus dengan puting merah muda yang segera diposting kecil yang indah di depan saya. Aku meremas susu perlahan dua mulut besar tapi sayg tidak begitu kenyal yang tampak sedikit lembek.
puting kecil yang tak luput serangan lidahku. Setiap saya menjilat puting kecil, Desi mendesah pelan dan itu membuat saya lebih terangsang saja.
Entah bagaimana kata ayam yang sudah dibentuk tapi terjepit antara celana dan selangkangan.
Putingnya kecil yang agak merepotkan bagi saya sebagai payudara mengisap secara bergantian dari kiri ke dada kanan, tidak mendesah dan gerakan tubuhnya yang menyarankan ia juga terangsang saya tidak bisa menahan segera pergi ke lemak perut sedikit.
Tapi ketika aku hendak melepas celananya, tiba-tiba ia memegang tangan saya.
“Apakah Doni!”
“Mengapa?”
“Jangan terlalu jauh ..”
“Nah, waktu untuk berhenti setengah jalan, menanggung ya ..”
“Intinya mungkin ada” setengah berteriak Desi bangkit dan duduk di tempat tidur.
Saya melihat dua susu tergantung dengan anggun di depan saya.
“Miskin ama ya, sudah berdiri dari tadi, mengatakan periode bobo lagi?” Aku bertanya, menunjuk ke arah mulut ayam bengkak menonjol dari balik celana pendek.
Tanpa saya pikir lagi, tiba-tiba celana Desi meloroti ditambah semua pakaian saya.
Aku terdiam ketika dia melakukannya, saya pikir mungkin dia berubah pikiran.
Tapi ternyata ia kemudian menggenggam penisku dan perlahan mengocok dengan penisku naik dan turun dengan irama yang teratur.
Aku menyandarkan diri terhadap dinding ruangan dan masih dengan posisi jongkok di depanku Desi tersenyum sambil terus menggoyang penisku tapi lebih cepat dan lebih cepat.
Nafasku memburu kencang dan saya berdegub jantung semakin tidak menentu membuat, meskipun saya sangat sering masturbasi, tapi pengalaman terguncang oleh seorang gadis adalah yg pertama bagi saya, belum lagi pandangan dari dua susu gemuk yang ikut bergoyg bagi pemilik gerakan yang menocok ayam bergantian dengan tangan kiri dan kanan,
“DESS.. keluar ya ..” kataku pelan, menutup matanya meresapi kesenangan ini.
“Tunggu sebentar, tunggu Ko ..” katanya, melepaskan kocokannya.
“Loh kok dirilis?” Aku bertanya heran.
Tanpa menjawab pertanyaan, Desi dada lebih dekat ke arah penisku dan tanpa kesempatan aku menebak maksudnya, dia menjepit penisku dengan susu dua besar itu. sensasi luar biasa saya dapatkan dari mulut penisku dijepit oleh dua gunung kembar yang membuat saya terkesiap terengah-engah. Sebelum aku bisa bertindak apa-apa, yang ia kembali mengocok-penisku terjepit di antara dua susu yang sekarang ditahan dengan menggunakan kedua tangan.
Kali ini seluruh tendon dan sendi seluruh saya juga merasa bahwa kesenangan yang lebih besar daripada kocokan dengan tangan sebelumnya.
“Ini baik bukan Ko?” Dia bertanya lembut padaku dan menatap mataku.
“Gila .. mengerikan Sayg terus mengguncang bahwa ketat .. ..”
Aku pindah tanganku yang masih merokok pahanya menuju balasan halus. Setiap sekarang dan kemudian berbalik ke belakang untuk merasa bahwa keledai lembut.
“Ahh .. ohh ..” desahnya pelan, kembali menutup matanya.
Kocok dan susu penjepit bahwa sulit mendapatkan saya mengigau.
“DESS.. aku keluar ..”
Aku bisa berdiri lagi semprot lahar panas saya yang kental segera menyembur keluar dan membasahi leher dan bagian dari wilayah dadanya. Seluruh tubuhku lemas segera dan hanya bisa bersandar di dinding ruangan.
Aku melihat nanar ke mulut Desi saat itu bangkit dan mencari tisu untuk membersihkan sperma saya. Ketika menemukan apa yang dicari, sambil tersenyum lagi dia bertanya
“Kau tidak senang”
Aku mengangguk, tersenyum kembali.
“Jangan bilang siapa-siapa, baik, apalagi sama Devi ” ia memperingatkan sambil meletakkan bajunya kembali bra lampau dan melemparkannya di suatu tempat.
“Kedengarannya .. kali saya mengatakan-katakanlah, maka Anda tidak ingin lagi ngocokin me”
Desi kembali hanya tersenyum padaku dan setelah menyisir rambut panjang dia menuju pintu.
“Aku membersihkan sumur pertama, setelah itu akan bobo” ujarnya sebelum membuka pintu.
“Terima kasih DESS yah yah .. besok di sini lagi” kataku, menatap pintu yang kemudian ditutup kembali oleh Desi.
Aku memejamkan mata sejenak untuk mengingat kejadian yang baru saja berlalu, mimpi apa aku semalam bisa memiliki keberuntungan seperti ini. Aku menunggu dengan tidak sabar untuk tiba besok, siapa tahu bisa mendapatkan lebih dari ini. Mungkin suatu hari nanti aku bisa merasakan kenikmatan dari Desi surga lubang, yang pasti aku harus ingat untuk menyediakan kondom di kamarku pertama. Cerita Mesum